Rumah Tropis: Lebih Dari Model Rumah

Bila Anda memperhatikan rumah-rumah tradisional Indonesia, maka akan terlihat gaya arsitektur yang khas, di antaranya rumah panggung, atap rumah memanjang, banyak ventilasi, teras di bagian depan, dan penggunaan material alam sebagai bahan bangunan. Semua ini menunjukkan bahwa bahwa sejak dulu masyarakat Indonesia terbiasa membangun hunian yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis.

Seiring berjalannya waktu, rumah tropis mengalami pembaharuan hingga muncullah konsep rumah tropis modern, yakni desain yang memadukan kondisi cuaca dengan gaya arsitektur tradisional dan modern. Jika Anda ingin membangun rumah model tropis modern, fokuskanlah desain pada fungsinya, tidak hanya bentuknya.

Jika rumah tradisional punya atap panjang yang menjauhi dinding bangunan, maka gaya modern memilih atap bertumpuk atau teritisan dengan kemiringan 30-40 derajat. Dengan demikian, atap jadi bervolume dan memiliki ruang untuk mengantisipasi suhu panas, kelembapan, serta tampias air hujan. Kemiringan atap pun membantu mengalirkan air hujan ke tanah. Tak ketinggalan, plafon dibuat tinggi agar udara lebih tersirkulasi dalam ruangan.

Kemudian, dinding bangunan. Kokoh saja tidak cukup; Anda perlu memastikan dinding memiliki permukaan yang halus dan tidak mengalami keretakan. Dinding yang retak dapat membuat air hujan merembes hingga ruangan menjadi lembap, sedangkan permukaan dinding yang kasar dapat mengurangi nilai estetika bangunan. Untuk itu, pemilihan elemen-elemen pembuat dinding harus dilakukan dengan saksama, terutama semen. Pilihlah semen yang mampu mengisi rongga dinding dengan sempurna seperti Semen Holcim. Dengan teknologi Micro Filler Particle, Semen Holcim mampu mengisi ruang dinding yang kosong sehingga dinding lebih kuat dan memiliki permukaan yang halus.

Selanjutnya, perhitungkan posisi bangunan. Usahakan sisi yang terpapar sinar matahari langsung merupakan ruangan yang hanya diakses sesekali seperti kamar mandi, gudang, atau lorong. Namun jika tak memungkinkan, paparan sinar matahari dapat Anda batasi dengan penggunaan kaca film, kisi-kisi, atau tirai. Untuk penataan ruangan, rumah tropis modern umumnya memiliki konsep ruang terbuka lengkap dengan ventilasi dan jendela. Ini bertujuan agar sirkulasi udara berjalan lancar hingga ruangan terasa sejuk.

Meski sudah mengalami sentuhan modern, gaya rumah tropis tidak pernah lepas dari elemen alamiah. Tak heran jika rumah tropis kerap kali dihiasi aneka tanaman. Bukan sekadar mempercantik tampilan, tanaman pun berperan dalam meningkatkan kadar oksigen di area hunian yang membuat udara lebih segar. Selain itu, material alami pun dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Wujudnya berupa pintu, lantai, atau ragam furnitur yang dibuat dari kayu atau bebatuan untuk jalan setapak di taman. 

Artikel Terkait
Elemen-elemen Penunjang Gaya Industrial pada Hunian
16 March 2017

Dinding bata terlihat, tiang-tiang terpampang, bahkan pipa-pipa saluran AC malang melintang bebas di langit-langit ruangan.

5 Langkah Mudah Agar Sirkulasi Udara Dapur Lancar
16 March 2017

Ada banyak faktor yang mempengaruhi “kesehatan” dapur Anda. Selain faktor kebersihan dapur beserta perlengkapannya

Hunian Sejuk Dengan Tren Warna 2017: Greenery
16 March 2017

Nature never goes out of style. Terinspirasi dari alam, kombinasi warna antara hijau dan kuning atau “Greenery” pun dipilih oleh perusahaan periset warna

Rencanakan dengan Jurnal Rumah

Mewujudkan rumah impian Anda
dimulai dari sekarang. Dengan Jurnal Rumah, Anda dapat
merencanakan pembangunan rumah dengan mudah dan lebih terstruktur.

Mulai
Produk

Holcim hadir memberikan solusi lengkap untuk bahan bangunan, mulai dari semen, beton siap pakai, hingga produk agregat.

Cari Tahu