Bangun Rumah atau Beli Apartemen? Ini Prediksi Properti 2018

Apakah Anda berencana membangun dari nol, membeli rumah pertama, atau membeli rumah untuk investasi? Simak beberapa prediksi properti di 2018 berikut ini untuk jadi pertimbangan Anda membuat keputusan yang tepat. 

  1. Minat tinggi akan rumah menengah

Kepuasan masyarakat terhadap kondisi perekonomian membuat optimisme dalam membeli rumah pada 2018 tinggi. Porsi permintaan terbesar akan datang dari rumah tipe menengah dengan harga di bawah Rp 700 juta. Tipe rumah cluster masih akan diminati, khususnya di wilayah satelit kota besar dengan akses mudah menuju pintu tol dan terjangkau sarana transportasi massal.

  1. Momen tepat berinvestasi

Jika Anda ingin berinvestasi properti, jadikanlah lokasi sebagai pertimbangan utama. Penyewaan di lokasi sunrise (kawasan yang sedang berkembang) berpeluang naik hingga 8%. Alasan lain tahun 2018 diprediksi jadi waktu yang tepat untuk berinvestasi adalah banyaknya regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah yang bakal menjadikan segmen properti semakin menggiurkan. Keadaan ini juga dipengaruhi oleh gencarnya pembangunan infrastruktur, mulai dari Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), hingga jalan tol.

  1. Pertumbuhan kredit pemilikan rumah dan apartemen

Ingin mengajukan kredit untuk membeli rumah atau mengajukan pinjaman untuk membangun rumah? Menjelang pergantian tahun, mulai terlihat tanda pemulihan pada kredit properti. Pertumbuhan kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR dan KPA) memperlihatkan peningkatan sejak Juni 2017 dari angka 7,9% ke 10,6% pada September 2017. Pertumbuhan ini diiringi dengan rasio kredit bermasalah yang stabil di level 2,8%. Para analis melihat sedikit tanda pemulihan properti di 2018 sejalan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan yang membaik, yaitu 5,1% di tahun 2017 dan 5,3% di 2018. Secara singkat, harga dan suplai properti, terutama pada hunian residensial, diperkirakan meningkat meski permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp. 1 miliar. Dalam pembiayaan perumahan, kebijakan pemerintah masih akan menjadi penentu pasar.

  1. Perubahan perilaku konsumen

Dari sisi perilaku konsumen, terdapat beberapa kecenderungan yang diperkirakan akan terjadi di tahun 2018. Misalnya, kepemilikan rumah yang tidak lagi dipandang sebagai hal yang eksklusif. Sementara rumah tapak cluster seperti perumahan dianggap lebih aman dibandingkan apartemen atau rumah non-cluster. Selain itu, wilayah Jabodetabek masih menjadi lokasi favorit incaran konsumen yang akan membeli hunian.

Jika disimpulkan, pasar properti Indonesia di tahun 2018 mendatang akan lebih menarik dan prospektif dibandingkan tahun 2017. Anda yang siap membangun hunian, membeli hunian, berinvestasi, merenovasi, waktunya wujudkan mimpi Anda.

Artikel Terkait
Elemen-elemen Penunjang Gaya Industrial pada Hunian
16 March 2017

Dinding bata terlihat, tiang-tiang terpampang, bahkan pipa-pipa saluran AC malang melintang bebas di langit-langit ruangan.

5 Langkah Mudah Agar Sirkulasi Udara Dapur Lancar
16 March 2017

Ada banyak faktor yang mempengaruhi “kesehatan” dapur Anda. Selain faktor kebersihan dapur beserta perlengkapannya

Hunian Sejuk Dengan Tren Warna 2017: Greenery
16 March 2017

Nature never goes out of style. Terinspirasi dari alam, kombinasi warna antara hijau dan kuning atau “Greenery” pun dipilih oleh perusahaan periset warna

Rencanakan dengan Jurnal Rumah

Mewujudkan rumah impian Anda
dimulai dari sekarang. Dengan Jurnal Rumah, Anda dapat
merencanakan pembangunan rumah dengan mudah dan lebih terstruktur.

Mulai
Produk

Holcim hadir memberikan solusi lengkap untuk bahan bangunan, mulai dari semen, beton siap pakai, hingga produk agregat.

Cari Tahu