Tak Cuma Indah, 6 Tanaman Hias Ini Bisa Mengusir Serangga Menyebalkan dan Menyerap Polutan

Meski rumah jauh dari jalanan, bukan berarti rumah 100% aman dari serangga dan polutan.  Menghirup senyawa volatil organik dari asap rokok, cat, dan furnitur dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti pusing, asma, dan alergi. Begitu juga dengan serangga seperti nyamuk yang bisa jadi media bagi virus demam berdarah, apalagi di musim penghujan.

Siapa sangka, tanaman hias bisa jadi salah salah satu cara mengurangi potensi keduanya dalam rumah sekaligus memperindah hunian. Tak cuma indah, tanaman hias berikut ini bisa membantu membuat rumah lebih nyaman bebas serangga dan lebih bersih dari polutan.          

  1. Serai

Tidak cuma sebagai penyedap makanan atau minuman saja, serai juga bisa digunakan sebagai pengusir nyamuk, lho. Ini karena serai mengandung sitronelol dan geraninol--minyak esensial pengusir nyamuk--yang cukup tinggi. Menanam dan merawat serai tak repot karena serai bisa tumbuh subur di berbagai iklim dan jenis tanah. Meskipun serai tidak cocok bila ditanam di dalam pot, Anda bisa mengakalinya dengan menanamnya di bawah jendela sekitar rumah atau di teras.

  1. Zodia

Dengan warna daun hijau kekuningan dan wangi yang khas, Zodia sering dijadikan tanaman hias sekaligus penangkal nyamuk pada hunian. Kandungan linalool dan apinene di dalam Zodia membuatnya tidak disukai oleh nyamuk. Zodia bisa ditaruh dalam pot lalu diletakkan di sudut ruangan. Tanaman suku Rutaceae atau jeruk-jerukan yang berasal dari tanah Papua dengan nama Latin Evodia suaveolens ini perawatannya cukup mudah. Zodia bahkan bisa tumbuh meski hanya ditempatkan dalam poly bag.

  1. Lidah buaya

Tanaman hias yang satu ini sangat mudah ditemukan di tiap-tiap rumah. Meski lebih dikenali karena khasiatnya bagi kecantikan dan kesehatan serta bisa dikonsumsi sebagai jeli segar, tahukah Anda bahwa Aloe vera juga memiliki kemampuan sebagai penyerap polutan? Lidah buaya mampu menetralisir racun benzena, formalin, dan berbagai bahan kimia lainnya.

  1. Palem kuning

Tanaman hias ini mampu tumbuh hingga 4 meter apabila ditanam di luar pot. Meskipun begitu, Anda juga bisa menanamnya di dalam pot dan meletakkannya di dalam ruangan karena selain berfungsi sebagai pembersih udara alami, palem kuning juga mampu menyerap racun dari asap rokok.

  1. Sirih gading

Meski tergolong tanaman semi merambat, sirih gading dapat berperan menjadi pembersih udara dalam ruangan dan menyerap racun formaldehida yang sering terkandung pada peralatan makan berbahan melamin.

  1. Lidah mertua

Bernama lain Sansevieria, tanaman lidah mertua dikenal memiliki daya serap polutan yang tinggi dan efektif menyerap racun-racun yang tersebar di udara. Selain itu, lidah mertua memiliki keistimewaan lain. Lidah mertua mampu mengeluarkan oksigen sehingga aman bila ditempatkan di kamar tidur.

Jika dibiarkan, polusi udara di dalam ruangan bisa mengganggu kenyamanan dan membahayakan kesehatan Anda dan keluarga. Begitu juga dengan serangga, apalagi di musim hujan yang rentan penyebaran penyakit terutama demam berdarah. Dengan enam tanaman hias di atas ini, langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan keluarga bisa Anda mulai dari rumah sendiri.

Artikel Terkait
5 Alasan Pentingnya Lampu Tidur
16 March 2017

Mungkin Anda beranggapan kalau kamar tidur tak perlu memiliki lampu tidur, cukup lampu utama saja

Dinding Bebas Rembes, Bebas Resah Saat Hujan
16 March 2017

Dengan frekuensi hujan yang cukup tinggi seperti sekarang, biasanya akan muncul sejumlah permasalahan di rumah Anda

Periksa 6 Hal Ini di Hunian saat Musim Hujan
16 March 2017

Musim hujan sudah datang. Belum mempersiapkan hunian menyambut musim hujan? Tidak ada kata terlambat.

Simulasikan Biaya dengan Jurnal Rumah

Dengan Jurnal Rumah, membangun rumah terasa lebih menyenangkan. Gunakan fitur Simulasi Biaya untuk menghitung estimasi biaya pembangunan rumah impian Anda.

MULAI >
Produk

Holcim hadir memberikan solusi lengkap untuk bahan bangunan, mulai dari semen, beton siap pakai, hingga produk agregat.

Cari Tahu