DEKOR>INSPIRASI

6 Ciri-ciri Dapur Sehat

Siapkan dapur menyambut keluarga yang berkumpul saat Idul Fitri. Caranya dengan menjaga kebersihan dan kesehatan dapur. Walaupun sering digunakan, tahukah Anda apakah dapur Anda sudah termasuk dapur yang sehat? Simak ciri-cirinya di bawah ini.

  1. Sirkulasi Udara yang Cukup

Syarat paling utama dapur sehat adalah memiliki sirkulasi udara yang cukup. Tujuannya agar pertukaran udara dapur, dari dalam ke luar dan sebaliknya, berjalan lancar. Mengapa hal ini penting? Kegiatan memasak di dapur setiap hari akan mengeluarkan berbagai macam bau, asap, ataupun gas yang akan berbahaya sekali jika dibiarkan di dalam ruangan. Asap dan uap dari hasil proses memasak harus segera dialirkan keluar dan digantikan dengan udara segar. Pertukaran udara dapur dengan udara luar bertujuan untuk menghindari timbulnya bau tak sedap dan keracunan gas NO2 (Nitrogen Dioksida) yang bersumber dari asap maupun gas kompor.

Sebisa mungkin bukaan udara tidak hanya pada satu sisi saja melainkan di dua sisi ruangan atau lebih supaya tercipta ventilasi silang. Jika bukaan hanya ada di satu sisi saja, Anda sebaiknya memasang exhaust fan agar asap dan uap dari proses masakan segera keluar. Namun harus diingat, Anda harus selalu membersihkan exhaust fan secara teratur agar dapat berfungsi optimal.

  1. Bebas jamur dan bakteri

Selain sirkulasi udara, memiliki tempat sampah dan saluran pembuangan air yang lancar juga jadi cara utama menjaga kesehatan dapur. Yang terpenting, Anda harus disiplin membuang sampah. Sampah yang tidak dibuang lebih dari satu hari berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri dan jamur yang jika dibiarkan dapat mengganggu kesehatan Anda dan segenap penghuni rumah.

Selain tong sampah, baki penampung air di bawah kulkas juga harus dibuang airnya dan dibersihkan minimal tiga kali dalam setahun. Terakhir, sebaiknya Anda memasang penyaring air pada dispenser untuk mengurangi bakteri dan virus yang mungkin terkandung di dalamnya.

  1. Memiliki Akses Keluar

Kegiatan di dapur yang menggunakan bahan bakar gas sebagai sumber energi utama untuk memasak yang sangat rentan dengan kebakaran. Karena itu, agar terhindar dari kemungkinan tak menyenangkan, dapur harus memiliki akses keluar yang mudah. Karena itu, sebaiknya dapur terletak di bagian belakang rumah yang berdekatan dengan pintu keluar, agar jika terjadi kebakaran Anda bisa langsung menyelamatkan diri ke luar rumah.

  1. Cahaya Matahari Optimal

Akan sangat menyenangkan bukan, jika sambil memasak Anda bisa sambil melihat pemandangan halaman rumah Anda yang menyegarkan? Selain membuat suasana memasak menjadi menyenagkan, dengan adanya cahaya matahari yang cukup dari jendela, dapur juga jadi terasa lapang. Cahaya matahari membantu mengurangi kelembapan dan menghambat pertumbuhan bakteri, dan menyingkirkan binatang pengganggu seperti kecoa dan tikus yang senang berdiam di sudut gelap dan lembap. Jika desain dapur tak memungkinkan Anda untuk menghadirkan cahaya alami yang cukup, cahaya buatan dari lampu juga diperlukan untuk menerangi ragam aktivitas di dapur. Namun perhatikan pilihan dan peletakan lampu dapur yang Anda gunakan, jangan terlalu redup, terlalu terang, atau mengarah langsung ke mata agar mata tak tegang saat memasak.

  1. Pilihan Materi Yang Tepat

Pemilihan materi yang digunakan di dapur berpengaruh pada kebersihan dapur Anda setelah digunakan. Misalnya, untuk materi island dan couter top atau permukaan meja yang kerap dipakai untuk memotong-motong dan meracik makanan. Akan lebih baik jika Anda menggunakan bahan dari marmer atau batu alam yang pori-porinya kecil agar mudah dibersihkan. Jika Anda ingin mengikuti tren saat ini, Anda bisa memilih solid surface ataupun marmer artifisial. Hindari pemilihan materi kayu yang lapisannya berpori dan mudah berjamur. Selain itu, akan lebih baik jika Anda menggunakan warna terang untuk dinding dapur agar bagian yang kotor terlihat jelas dan dapat segera dibersihkan.

Untuk dinding, pilih yang tahan terhadap panas dan uap seperti keramik. Selain kuat dan mudah dibersihkan, harga keramik juga lebih terjangkau daripada granit. Hindari penggunaan dinding bertekstur karena celah-celahnya akan sulit dibersihkan dan dapat menjadi timbunan kotoran, debu, dan minyak. Sementara untuk lantai, gunakan material keramik yang tidak licin karena area dapur kerap terkena percikan minyak dan air.

 

  1. Bebas Cairan Berbahaya

Jangan simpan dan gunakan larutan pestisida atau obat serangga di area dapur.  dan juga tidak digunakan di area ini. Umumnya obat pembasmi serangga bersifat neurotoxic atau memiliki racun yang mengganggu kerja saraf dan mengandung karsinogen sehingga berbahaya bagi kesehatan jangka panjang. Bila Anda harus memberantas serangga ataupun binatang pengganggu lainnya, bukalah jendela atau pintu dapur lebar-lebar saat menyemprotkannya dan jangan langsung menggunakan dapur setelahnya.

Artikel Terkait
5 Alasan Pentingnya Lampu Tidur
Thursday, 16.03.2017

Mungkin Anda beranggapan kalau kamar tidur tak perlu memiliki lampu tidur, cukup lampu utama saja

Dinding Bebas Rembes, Bebas Resah Saat Hujan
Thursday, 16.03.2017

Dengan frekuensi hujan yang cukup tinggi seperti sekarang, biasanya akan muncul sejumlah permasalahan di rumah Anda

Periksa 6 Hal Ini di Hunian saat Musim Hujan
Thursday, 16.03.2017

Musim hujan sudah datang. Belum mempersiapkan hunian menyambut musim hujan? Tidak ada kata terlambat.

Rencanakan dengan Jurnal Rumah

Mewujudkan rumah impian Anda
dimulai dari sekarang. Dengan Jurnal Rumah, Anda dapat
merencanakan pembangunan rumah dengan mudah dan lebih terstruktur.

Mulai
Produk

Semen Holcim dengan Micro Filler Particle

Cari Tahu