4 Cara Agar Rumah Tetap Tegak Berdiri Sampai Anak Cucu

Melihat rumah tempat Anda tumbuh besar akan membangkitkan kenangan tersendiri, apalagi jika bentuk bangunannya masih sama. Setiap Anda kembali, misalnya saat hari raya, ada perasaan aman dan nyaman yang Anda rasakan. Aman karena tinggal di dalam bangunan yang kuat dan mampu bertahan lama, dan nyaman karena berada di rumah yang penuh kenangan bersama keluarga. Usia bangunan ditentukan oleh kondisi dan kualitas materialnya. Lalu bagaimana agar rumah tetap awet? Berikut hal-hal yang harus Anda ketahui.

  1. Perlakukan rumah dengan cara “manusiawi”

Mungkin Anda pernah melihat rumah kosong yang lebih cepat rusak bahkan jika dibandingkan dengan rumah berpenghuni yang sudah terlihat rentan. Itu karena ada manusia di dalamnya. Jika dihuni, rumah otomatis akan dirawat, mulai dari mengganti genteng bocor atau membersihkan jamur. Bagaimanapun, rumah memerlukan sentuhan manusia sebagai pemelihara agar tetap berdiri dan berfungsi dengan baik. Karena itu, perlakuan Anda sangat berpengaruh pada ketahanan rumah.

  1. Pahami pola pikir ‘memelihara lebih baik daripada memperbaiki’

 

Agar rumah selalu terjaga, tak perlu menunggu hingga rumah perlu perbaikan. Perawatan rumah adalah cara untuk memelihara sekaligus mengontrol kondisi hunian. Jika ditemui kerusakan, segeralah perbaiki, jangan tunda lagi. Ciptakan rasa nyaman dengan merawatnya, antara lain dengan rutin membersihkannya, mengecek kondisi saluran pembuangan, dan memberikan penerangan cukup.

  1. Perbanyak ruang sirkulasi udara dan ventilasi

Udara pengap dan lembab membuat kondisi dalam rumah tak nyaman dan berpotensi menumbuhkan jamur. Pada saat mendirikan atau membeli rumah jadi, perhatikan selalu sistem sirkulasi udaranya yang berupa langit-langit tinggi, adanya ruang udara di bawah atap, dan penempatan jendela. Optimalkan juga manfaat ventilasi untuk celah masuk sinar matahari. Semakin baik sirkulasi udara dalam ruangan, suhu ruangan akan terjaga sehingga semakin besar kemungkinan rumah bertahan lama.

  1. Perhatikan setiap kerusakan kecil

Hal yang kecil bisa menjadi besar jika dibiarkan. Ini berlaku juga dalam merawat rumah. Munculnya tetesan atau rembesan saat hujan harus segera diketahui penyebabnya agar bisa diperbaiki. Jika tak bisa melakukannya sendiri, mintalah bantuan kepada ahlinya. Jika terus dibiarkan, kondisi rumah bisa makin buruk dan biaya perbaikannya akan semakin besar.

Jika Anda ingin rumah Anda dapat bertahan lama agar bisa digunakan oleh anak Anda kelak, mulailah persiapkan dari sekarang. Rumah yang aman dan nyaman adalah salah satu hal terbaik yang bisa Anda berikan untuk keluarga tercinta.

Artikel Terkait
5 Alasan Pentingnya Lampu Tidur
16 March 2017

Mungkin Anda beranggapan kalau kamar tidur tak perlu memiliki lampu tidur, cukup lampu utama saja

Dinding Bebas Rembes, Bebas Resah Saat Hujan
16 March 2017

Dengan frekuensi hujan yang cukup tinggi seperti sekarang, biasanya akan muncul sejumlah permasalahan di rumah Anda

Periksa 6 Hal Ini di Hunian saat Musim Hujan
16 March 2017

Musim hujan sudah datang. Belum mempersiapkan hunian menyambut musim hujan? Tidak ada kata terlambat.

Rencanakan dengan Jurnal Rumah

Mewujudkan rumah impian Anda
dimulai dari sekarang. Dengan Jurnal Rumah, Anda dapat
merencanakan pembangunan rumah dengan mudah dan lebih terstruktur.

Mulai
Produk

Holcim hadir memberikan solusi lengkap untuk bahan bangunan, mulai dari semen, beton siap pakai, hingga produk agregat.

Cari Tahu