CERITA RUMAH > PEMANFAATAN RUANG RUMAH

Pemanfaatan Ruang Rumah

 

Memanfaatkan segala ruang yang ada. Itulah konsep yang diterapkan oleh kedua pasangan Coki Wicaksono dan Sarah Sabina Hasbar. Keduanya telah menempati tempat tinggal mereka di kawasan Bintaro kurang lebih selama tiga tahun. Ketika pertama kali pindah, rumah tersebut sudah jadi, sehingga keduanya harus melakukan berbagai perombakan agar sesuai dengan keinginan mereka. Dengan luas tanah kurang lebih 123m2 dan luas bangunan 250m2, Coki dan Sarah membangun rumah tersebut menjadi tiga lantai.

 

 

 

 

 

Perombakan yang dilakukan pun termasuk banyak, seperti pemindahan lokasi dapur dan garasi. Coki dan Sarah memutuskan untuk menghilangkan garasi dan menggantikannya dengan dapur. Pemindahan dilakukan agar ruang tengah atau ruang keluarga menjadi lebih besar dan terbuka. Hal ini dilakukan karena keduanya memiliki dua anak yang masih kecil, yaitu Bomantara Bastian yang berusia delapan tahun dan Bea Indira yang masih berusia tiga tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan luas tanah dan bangunan yang tidak begitu besar, Coki dan Sarah memanfaatkan ketiga lantai rumahnya secara maksimal. Keduanya menyediakan halaman kecil terbuka di belakang sebagai sumber sirkulasi udara di dalam rumah. Menurut Sarah, bagian belakang rumah dibuat terbuka untuk mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau AC. Ruang tengah juga tidak menjadi gelap akibat pencahayaan yang didapat dari belakang. Coki juga menyediakan satu kamar khusus untuk bekerja, bermain, dan menyimpan hobi koleksinya.

Lantai kedua diisi dengan satu kamar tidur utama, dua kamar tidur anak, satu kamar tidur asisten rumah tangga dan ruang cuci, serta satu kamar mandi. Kamar tidur utama terdapat jendela besar untuk melihat pemandangan dan penerangan ruangan. Namun, pemandangan terpaksa ditutup dengan dinding akibat pembangunan apartment yang didirikan tepat di belakang rumah mereka.

Keamanan juga menjadi perhatian khusus bagi Sarah, karena memiliki anak kecil dengan rumah yang memiliki tangga bisa menjadi tantangan. Maka dari itu, Sarah dan Coki memasang sebuah pagar kecil di ujung tangga supaya lebih aman. Baik Bomantara maupun Bea sering diperingati oleh ibunya agar tetap berhati-hati ketika melangkah di tangga.

 

 

 

 

 

 

Lantai ketiga merupakan tempat tinggal untuk Ibunda dari Sarah, Baerbel Bornkessel. Lantai ini dibangun khusus dengan ruang kerja, ruang TV, kamar dan kamar mandi. Kelengkapan lantai tersebut ditujukan agar Baerbel dapat memenuhi kebutuhannya dan memiliki privasi sendiri.

Dibangun seperti apartment mini, ruangan ini juga memiliki nuansa etnik dengan lantai semen. Sarah dan Coki memutuskan untuk tidak memasang keramik karena bangunan ini terletak di lantai paling atas, sehingga akan terlalu berat tekanannya jika dipasang keramik.

 

 

 

 

 

 

 

 

Coki dan Sarah mendesain rumah mereka dengan perpaduan gaya sederhana dan aksen elemen natural. Dilengkapi dekorasi yang mayoritas bermaterialkan kayu dan konsep warna bernuansa putih. Keduanya juga memilih untuk meletakkan lampu di sudut -sudut rumah. Desain seperti ini tentunya tidak termakan oleh waktu sehingga dapat digunakan di masa apapun.

Selain itu, ruangan kerja yang dibuat oleh Coki juga sering digunakan untuk Bomantara dan Bea bermain. Coki yang memiliki hobi mengoleksi action figure menyimpan semua koleksinya di dalam ruangan tersebut. Tak hanya itu saja, Coki juga memiliki hobi bersepeda. Kedua sepeda yang ia miliki di simpan di dalam kamar sebagai dekorasi dan halaman belakang rumah.

 

Pemilik Rumah: Coki Wicaksono dan Sarah Sabina Hasbar

Notes: Silakan menghubungi Holcim, bila ada info yang ingin diubah, dihapus atau ingin ditampilkan pada halaman cerita rumah ini.