Kenali Jenis-jenis Retak Dinding, Penyebab, dan Solusinya

Anda tentu pernah melihat retak pada dinding hunian yang baru dibangun. Anda tak ingin hal yang sama terjadi pada rumah impian Anda bukan? Kenali jenis-jenis retakan pada bangunan, penyebab, dan solusinya jika retak telanjur terjadi. Yuk, simak penjelasannya berikut ini:

  • Retak struktur
    Umumnya penyebab retak struktur ini dikarenakan penggunaan air yang berlebihan pada saat pembuatan adukan sehingga meningkatkan penyusutan dan menyebabkan terjadinya retak, komposisi yang tidak sesuai dan kandungan semen yang rendah, kualitas material yang kurang bagus, penyiraman (curing) pada beton yang tidak mencukupi, hingga penurunan tanah pada lokasi bangunan. Pelajari dua jenis retak struktur di bawah ini agar rumah Anda selalu aman dan nyaman.
    • Retak tarik
      Retak jenis ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya penurunan permukaan tanah. Penurunan permukaan yang terjadi tidak secara serentak mengakibatkan perubahan elevasi pada bangunan. Retak tarik juga bisa dipengaruhi erosi tanah karena air di bawah fondasi. Adanya pergerakan tanah atau gempa ringan juga bisa menambah risiko keretakan pada dinding. Untuk mengatasinya, lakukan pemadatan tanah dan memilih fondasi yang sesuai dengan karakteristik tanah. 
    • Retak tekan
      Jenis retak yang satu ini terjadi karena adanya tekanan dari atas dan dari bawah dinding. Retak tekan diawali karena kolom pada bangunan yang tidak bisa bekerja maksimal sehingga keretakan bisa mempengaruhi dinding dengan berbeda-beda, retakan di satu bagian lebih kuat daripada retakan pada bagian dinding yang lain. Untuk mencegah terjadinya retak tekan ini, pastikan Anda memilih material pasir, air, atau batu dengan kualitas yang baik. Selain itu, analisis bersama kontraktor, struktur bangunan yang tepat untuk menghindari pembebanan berlebihan pada aplikasi struktur. Selain pemilihan material bangunan yang berkualitas serta penggunaan komposisi campuran yang sesuai, lakukan juga pemadatan tanah dan analisis struktur harus tepat untuk menghindari pembebanan berlebihan pada aplikasi struktur.
  • Retak non struktur
    Meski tidak terlalu membahayakan, retak non struktur dapat mengurangi nilai estetis dari sebuah bangunan. Kualitas material yang kurang bagus ditambah cuaca ekstrem yang terjadi menjadi penyebab dari ketiga jenis retak non struktur di bawah ini.
    • Crazing
      Plesteran yang terlalu banyak disentuh dengan trowel (roskam) dan pasir yang digunakan banyak mengandung butiran halus bisa mengakibatkan retak crazing. Ciri utama retak ini adalah adanya jaringan halus yang dangkal, bersambung, membentuk hexagonal dengan jarak 5 mm-75 mm, serta biasanya langsung terjadi dalam selang waktu beberapa jam saja setelah proses plesteran. Selain menggunakan komposisi campuran yang sesuai, Anda juga bisa mengorek retakannya lalu menutup dengan dempul.
    • Map cracking
      Retak yang termasuk dalam jenis non struktur ini diakibatkan terlalu banyaknya penggunaan semen dan plesteran yang terlalu cepat mengering. Pola retakannya menyerupai alur peta, membentuk hexagonal dengan jarak hingga 200 mm, dan strukturnya cenderung lebih dalam dan bersambung. Lakukan penyiraman pada permukaan dinding plester dengan air sebelum dilakukan pengacian.
    • Retak susut (shrinkage)
      Kandungan semen yang tinggi atau terlalu banyak, ditambah dengan kualitas pasir yang buruk dan plesteran terlalu tebal menjadi penyebab retak susut. Anda bisa menemukan jenis retak ini di sudut pintu atau sudut jendela. Selain itu, perubahan volume plesteran atau beton saat proses pencampuran pasir dan air juga mendorong terjadinya retak susut. Anda cukup menggunakan dempul untuk mengatasi keretakannya karena jenis retak non struktur ini biasanya tidak berbahaya, hanya mempengaruhi keindahan rumah karena dinding jadi dipenuhi garis retakan halus tak beraturan. Untuk mengurangi retak non-struktur, lakukan penyiraman pada dinding bata sebelum dilakukan pekerjaan plesteran, pilih material dengan kualitas yang baik dan penggunaan komposisi campuran yang sesuai.

Untuk mencegah retakan, gunakan selalu mortar yang berkualitas. Pilih Holcim Plesteran dengan Micro Filler Particle, pilihan utama untuk hasil plesteran sempurna. Butiran mineral mikronya yang halus, mampu mengisi rongga dengan sempurna, memberikan kekuatan dari dalam, sehingga hasil akhir kuat dan permukaannya halus. Butiran mikro yang sangat halus ini membuat adukan semen jadi lebih  pulen dan mudah dikerjakan, hasilnya pemakaian menjadi lebih hemat, kerja para ahli bangunan jadi lebih mudah dan cepat selesai.

Holcim Plesteran, pasti luas!

Artikel Terkait
Rak Buku untuk Mempercantik Tampilan
16 March 2017

Untuk mengatasi semakin terbatasnya ruang dalam rumah modern, kini sudah sangat banyak ditemukan furnitur yang sekaligus berfungsi sebagai dekorasi

Jendela Besar untuk Kamar Tidur Terang dan Sehat
16 March 2017

Jendela adalah salah satu sumber cahaya alami untuk membangun rumah yang sehat sekaligus hemat energi

Nyaman dengan Kamar Tidur ala Resor
16 March 2017

Musim hujan seperti ini membuat Anda rindu hangatnya matahari dan suasana nyaman di resor.

Simulasikan Biaya dengan Jurnal Rumah

Dengan Jurnal Rumah, membangun rumah terasa lebih menyenangkan. Gunakan fitur Simulasi Biaya untuk menghitung estimasi biaya pembangunan rumah impian Anda.

MULAI >
Produk

Holcim hadir memberikan solusi lengkap untuk bahan bangunan, mulai dari semen, beton siap pakai, hingga produk agregat.

Cari Tahu